Jumat, 09 September 2016

seperti biasanya pagi datang dengan kekecewaan yang teramat dalam dan semakin dalam,
aku terbangun dari bayangan wajah mu,,,
enggan rasanya aku terbangun aku masih inginn berlama-lama dengan mimipiku,,,,
tapi sinar mata hari mulai mengusikku dan mengajakku untuk segera sadar akan mimpiku,,,,
sang surya pun semakin tinggi gagah seakaakan terlihat sombong memandangku yang masih teringat bayanganmu,,,,,,,
malam hanyalah ilusi bagiku, yang membuat indah sekejap lalu pergi begitu saja.
karena malam selalu menghadirkan khayalanku terhadapmu, saat sang fajar tiba malam pergi begitu saja  dan hanya menyisakan embun kekecewaan di setiap harinya.
aku harus bagai mana..?
apakah aku harus menyalahkan sang fajar...?
atau aku harus menyalahkan embun yang datang,,,,?
entahlah,,,.! mungkin aku yang terlalu menginginkanmu.