Rabu, 15 Maret 2017
pernahkah kamu belajar memahami?
bahwa melupakanmu adalah jalan yang
panjang berlubang yanng harus ku tempuh sendiri
aku harus melangkah pelan-pelan
agar tak jatuh dan tetap
bisa sampai ke tujuan
itulah alasan sederhanaku
tidak ingin lagi bertatapan dengan matamu di hari depan
aku taku,
aku takut jatuh lagi pada lubang yang sama
rasa sediih ini butuh waktu
yang panjang untuk pulih kembali
teteaplah menjauh
agar hidupku bisa kujalani
dengan seharusnya lagi
Selasa, 07 Maret 2017
hujan seperti tak sengaja berubah menjadi gerimis
dan malam serasa semakin manis
kopi di hidangkan dengan gelas plastik putih transparan
berkerudung coklat dan bibirmu yang merah
sembari meminum kopi di pinggir jalann
aahhh,,,entah pagi itu indah sekali
orang orang yang di perah siang tubuhnya
akan mengadukan nasibnya di kedai kopi pada malam hari
udara tidak beracun tapi surat surat tagihan
yang datang tiap awal bulan adalah alat
penyiksa yanng lunak ujudnya
semenjak pagi itu aku selalu teringat engku
setiap kali berjalan
setiap ada kerumitan di dalam kepala
hutan hutan yang rimbun tempat aku tinggal
sesungguhnhya tempat aku tersesat
aku bukan ingin menetap,aku hanya tak bisa pulang
aku sudah pasrah
oleh sebab itu aku harus mencintaimu
sampai selesai....
Minggu, 05 Maret 2017
telusurilah rintik hujan
yang mengajukan ribuan
pertanyaan tentangmu
tepat di ujung jemarimu
adakah kau eja namaku
di antara rinai rinai itu
lihat lah kau yang selalu
mempertanyakan ketidak hadiranku
tanpa sedikitpun menyinggung
ketidak mampuanku menahan rindu
sesekali jadilah aku
jadi kau akan tau kenapa
serajin itu aku mendoakanmu
Sabtu, 04 Maret 2017
sepanjang malam
hujan memaksaku meneduh diri
di sudut kota yang kian basah
dan kenangan terasa kian menyusahkan
aspal berkilauan
orang yang berlalu lalang dalam
hujan yang tajam begini adalah jiwa jiwa
yang berhasil berdamai dalam peperangan
begitukan...??
rindu selalu tak bisa dimenangkan
seperti hujan yang tak bisa dielakan
perdamaian dalam rindu sesungguhnya kekekalan yang berulang
yang pura pura kita terima
dari pinggiran atap
hujanjatuh seperti tali,menari nari
tarian angin yang kian dingin di lenganku
lengan yang telah lupa cara memelukmu
aku yang selalu lupa cara melupakanmu
Kamis, 02 Maret 2017
::: ANDA
tak apa jika kau tak bisa berbincang denganku
berbincanglah dengan angin yang memaikan rambutmu
berbincanglah dengan air yang sejuk di kaki mu
berbincang lah dengan hujan yang jatuh di wajahmu
berbincang lah dengan cahaya matahari pagi yang lembut di kulitmu
batu batu berbicara,kayu kayu berbicara
dan daun berbicara,lembar lembar buku berbicara
jika akhirnya kau tetaptak bisa
mendengar apa apa
maka berjalanlah dibelakang suara kata kata hatimu
Rabu, 01 Maret 2017
GAMANG
rindu ini masih gamang aku terjemahkan
aku takut salah
apakah aku benar benar benar merindukan
bulat bola matamu
atau aku sedang merindukan rasa pedas,
asam,dan asin pada masakanmu...?
ada rindu yang cindong ingin mendengarkan lagi kau berkata
namun ingatanku juga gampang mengulang cara kau tertawa
aku masih kebingungan menjembatani
rinduku padamu dan kesendirianku di kota ini
aku bekerja,melewati tempat yang sama berulang kali
makan siang di warung yanng itu itu saja
lalu mengunyah setiap suapan sebagai
kesunyiann yang susah di utarakan
kadang aku berdoa selesai bekerja
tidak di kembalikan ke kedamaian yang setiap waktu susah sekali berlalu
atau ketika kembali,di deppan pintu aku mencium wangi masakanmu
dan melihatmu di dapur dengan baju tanpa lengan
tengah mengaduk gula di wajan
padas kerumitan rindu ini jaraklah yang paling buat masalah
namun perihal rindu
keadilan memeng tak pernah di tegakan
jika kau yang rindu
maka kaulah yang salah
pikiran
pada pikiranku
tak ada yang lebih baik selain mencintaimu dalam diam
sebab kata selalu memiliki pembanding
sedangkan kau tidak
pada pikiranku..
tak ada yang lebih baik
selain mencintaimu dalam sunyi
sebab bicara selalu berakhir dengan diam
sedangkan kau suara dalm kepalaku
Langganan:
Komentar (Atom)
